August 18, 2018 Add Comment
Dia adalah segalanya
Sudah kukatan berulang kali
Ini janji hanya terucap sekali
Komitmen takan pernah pergi
Dia adalah segalanya
Sempurna dari segala sisi
Tak ada yang lain dihati
Cukup dia yang mengisi hati
Dia adalah segalanya
Bintang saat aku gelap
Penerang jalan saat tersesat
Penenang saat terikat emosi

-

Tersungkur telan pil pahit
Berakhir dengan tangis
Seakan semua tak bermakna
Tapi
Ada satu alasan
Kenapa harus bertahan
Untuk cinta dan cita
Orang tua dan keluarga
Dan sosok pengubah segalanya
Tetap bertahan
Bagai batu keras
Kokoh meski dikikis ombak
Tegakkan kepala
Kepalkan tangan
Tapakkan kaki
Mari taklukan dunia
-

From heart to heart
Tak peduli sekeras apa berdiri
Dekik menit terkikis
Seiring sakit hati terus menggerogoti
Kupercaya hanya ada satu hati untuk selamanya
Itu kau
Tetap bertahan meski kaki tertekan
Amblas tetimbun tanah
Tapi tangan menopang
Untuk terus berdiri
Dengan sentuhan hati
Maka tulus yang kan didapat
Tak berharap lebih dari ini
Cukup mencinta
Terus memberi
Tanpa meminta
Sudahlah
Ini hati akan kuat
Meski kau hancurkan berkali kali
Percuma
Hanya ada satu cinta
Itu kau

-
Nyali ini takan refup
Meski mata seakan tertutup
Berat terhimpit laju teknologi
Kau takan pernah tau
Tak cukup hanya jual mimpi
Lihatlah jauh kesana
Jangan berhenti mencari
Terus sampai otak tak berkerja
-
Semua sama
Mencari posisi puncak
Tak peduli sanak kerabat
Cari jalan pintas
Itu prioritas utama
Saling sikut
Saling bunuh
Itu hal biasa
Demi satu cita cita
Puncak arena massa mata
Berharap semua mata melihat
Yang didapat ternyata sampah
Tak berirama dalam jiwa
Berontak bagai dipenjara
Maka penjarakan hatimu
Jika masih mencari celah
Atur srategi siap menyerang
Lalu tikan belakang tak perduli kawan
-
Ada saat dimana aku dan kau
Merubah semuanya
Yang


Tertawalah

June 30, 2018 Add Comment
Tertawalah

Sesekali, tertawalah
Jangan ragu, tertawalah
Tak perlu alasan, tertawalah
Jangan segan, tertawalah

Kadang hidup terlalu serius
Penuh liku dan kemunafikan
Hanya karena sepatah kata halus
Kita bisa ditertawakan

Tapi lihatlah,
Tak bisakah kita balas tawa mereka
Tanpa harus merusak suasana

Kita marah
Dengan sumpah serapah
Berbalut otot otot leher
Padahal kita hanya butuh tertawa

Cobalah
Sekali saja, tertawa
Tanpa aba aba

Cobalah
Sekali saja, tertawa
Maka tertawalah

bolehkah aku memikirkannya dahulu

April 08, 2018 Add Comment

terucap kata kecil nan kubenci
karena setiap dia terucap itu bisa berarti sebuah penantian
walau bisa berbuah indah tapi acap kali menipu
jika memang itu yang kau ingin maka aku ingin
tapi inginku ada dalam sebuah impian bukan kata hatiku
maka jangan biarkan aku terpenjara kata itu.

Gerimis

January 01, 2018 Add Comment
Air petanda tangis
Tergerus tawa suasana
Mengutuk jarum jam
Disisa tetes gerimis
.
Gelap semakin mencekam
Memeluk erat rapuhnya hati
Bersandar pada dingin malam
Dikelilingi kepulan asap
.
Sejenak terlintas
Senyum manis kuntilanak
Menari merayu bulu kuduk
Berdiri tegang atau berlari
.
Masih tentang gerimis
Menusuk sepi dengan tetesnya
Tanda senyi tak pernah mati
Merangkak menjemput pagi
.
Sejenak berbisik lirih
Lalu berteriak lantang
Bersumpah dengan doa
Di sisa sepertiga malam

Pilihan

January 01, 2018 Add Comment

Dalam diamku
Tersirat benci yang mendalam
Tak lagi bisa tersusun oleh kata
Luka karma dosa dan dendam
Melebur menjalar dalam dusta
Lemah raga memikul beban
Langkah semakin menjauh
Mendekat pada aroma tanah
Entah surga atau neraka yang kutuju
Yang pasti semua akan terjadi
Bulat tekad memahat pilihan
Melekat erat dalam nurani
Inilah perjalanan hidup
Melangkah pergi atau mati

 

 


Entah keadaan apa ini?

January 01, 2018 Add Comment
Entah keadaan apa ini?
Hening
Hadir disela sepiku
Seperti sendiri dalam gelap
Langkah perlahan berjalan
Namun semakin jauh
Semakin sulit kumengerti
Terpejam meraih mimpi
Tetahan bayang gelap disini
Hanyut dalam balut imaji
Aku masih merasa sendiri
Bukan karena cinta
Bukan karena ditinggalkan
Bukan juga tak memiliki
Tapi tetap saja terasa sepi
Hening

Entah keadaan apa ini?
 

Gersang

January 01, 2018 Add Comment
 Diagnosa alam pada jiwa
Melebur pada apa yang kulihat
Menjadi berarti dengan hati
Jenuh rasa penuh amarah
Merasakan kepedihan
Hegemoni membabibuta
Menutup akal sehat
Tersesat pada indah dunia
Memaksa nikmati kejamnya neraka
Bukan tentang apa yang ku cari
Tapi tentang bagaimana setelah ku dapat
Berbagi pada siapa?
Bertanya pada siapa?
Sedangkan aku sendiri
Dipadang luas tak berujung
Hanya teriakan dusta didalamnya
Nyanyian ampunan tak bertuan
Gemuruh hantaman malaikat Tuhan
Hancur berkeping kembali utuh
Berulang hingga terasa tak berbentuk
Ingin kembali benar benar hidup
Hirup kebebasan di alam fana
Tebarkan aroma nafas surga

Sunset Pantai Selatan

January 01, 2018 Add Comment
Senja Kala Itu
Masih kutemukan rasa
Pada jingga yang mulai pudar
Diujung pasir pantai selatan
Kau kisahkan tentang seseorang
Menghadap pada sunset yang sama
Parasmu indah seperti cleopatra
Dihiasi ombak nyanyian surga
Sebelum sampai akhir ceritamu
Mega merah datang menjemput malam
Mengakhiri cerita panjang kisahmu
 

Terminal

December 31, 2017 Add Comment
gadis kecil diterminal
duduk disamping ibunya
dia menangis
diam memeluk lututnya
ratapan sendu suaranya, lirih menyayat
tak ada satupun yang peduli
pedagang, preman, pejalan kaki sekalipun
tak sudi melihat apa yang terjadi
disisi yang lain, terbujur kaku seorang wanita
tanpa selimut ditubuhnya
Ia hanya bisa mengigil tanpa suara
merangkakpun tak sanggup
hanya airmata yang mewakili perasaanya
entah, siapa yang seharusnya bersedih
si empunya suara tangis atau wanita itu
sesaat sebelum malaikat datang
ada jeda hening, sunyi tanpa ratapan tangis
seolah petanda datangnya pencabut nyawa
anak kecil itu meratap, memggengam erat
mencium tangan dingin ibunya
suaranya tak lagi menjerit
tangisnya tak lagi berairmata
kering, habis tak lagi tersisa
diantara kesedihan yang ia punya
ada tanya bersemayam diotaknya
dimana ia akan kebumikan ibunya
tempat tinggal tak punya
sanak saudara tak lagi ada kabarnya
lalu ia diam, diam memeleuk ibunya
sampai benar benar diam 
bersenyawa dengan ibunya


Pohon

December 17, 2017 1 Comment
Aku tumbuh untuk menjagamu
Dengan semua yang ku punya
Tubuh akar ranting daun semua
Tapi kalian terus memperkosa
Hijau ku kau bakar jadi abu
Anak anakku kau tebang semaumu
Sanak saudaraku terus kau paksa tumbuh
Lalu kembali kau binasakan dengan kejam
Kalian pikir kaum kami tak kehilangan
Kalian pikir kaum kami tak menjerit
Kalian pikir kaum kami tak bersedih
Dimana nurani kalian
Dimana otak kalian
Wahai manusia!
Seharusnya kita saling menjaga
Saling merawat bumi kita
Cukup kami yang menderita
Jangan kalian mengulang
Hanya demi alasan kebutuhan
Kita bisa berdampingan erat
Saling mencukupi dan melindungi
Atau kita akan jadi musuh
Kalian bakar kami sekarang
Kita akan binasakan kalian
Mungkin kalian tak merasakan
Tapi ini untuk anak cucu kalian
Dimasa yang akan datang
Jaga kami atau kita mati bersama
Ditelan murka sang maha kuasa