ceritakansaja.com

cerita itu perlu

CERPEN

Wednesday, December 19, 2018

sikotes ringan

No comments :
https://dingklikkelas.blogspot.com/2013/12/tes-psikotes-maen.html

https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2223095837041509840#allposts

Sunday, December 16, 2018

Sketch Selesai Tahun 2018

No comments :

Thursday, November 8, 2018

Jaman Cilik Cah Desa

No comments :
Aku lahir tanpa aku ketahui rasa pertama menghirup oksigen dunia (ya karena sudah lupa) uwis sue. Tumbuh di sebuah desa kecil yang sangat nyaman, dengan tanah yang lembab nan sejuk. Kecilku menarik.

Jika aku mengingatnya, mungkin bisa dimulai dari umur 3 tahunan saja, sekurangnya sudah tenggelam dan hilang. Kecilku aku meminum susu kaleng, dan memakan peyek hasil kunyahan simbahku yang di jejelkan begitu saja pada mulutku.

Setiap pagi aku bangun sekitar pukul 5 pagi, lalu menemani sang nenek masak menggunakan tunggu tanahnya, kami sebut pawon. Sambil menghangatkan diri dengan api membara dari daun klaras yang aku kumpulkan di siang hari.

Sesekali memasukkan kayu dalam lubang tungku untuk mempetahankan api agar tetap membara membakar wajan yang sedang kami gunakan memasak. Sesekali aku dilatih mengaduk kuah masakan dan diminta mencicipi.

Aku tak mengingat apapun kata-kata yang pernah neneku katakan, mungkin karena pada satu ketika aku sangat membenci untuk mengingat segala hal mengenai dia. Ternyata niat itu betul-betul terjadi dan kini aku hanya menyimpan sedikit memori untuk kehidupan awalku. Tapi mungkin tidak untuk beberapa moment dalam keseharian kami.

Setelah memasak yang selesai sekitar jam 6 pagi, aku lalu disuapi makan pagi, dengan khasnya dia akan mengunyah dulu segala makanan yang keras dan dianggapnya bisa membuat aku tersedak-sedak.

setelah sarapan kakeku akan duduk di longkarang (ruang terbuka di tengah rumah yang menjadi taman) dengan menikmati teh tubruk di sebuah gelas besar. Aku biasa menemani diamnya sambil merokok lintingan dan jika teh itu sudah dingin aku akan meminta untuku meminumnya.

Siang beranjak, kakekku akan bersiap menuju ladangnya, menanam kacang kulit dan mencari rumput untuk sapi-sapi yang dia ternak.  Sedang aku akan memulai untuk berpetualang dengan anak-anak lainnya di kampung kami.

Aku tak mengingat nama-nama teman kecilku, hanya satu saja yang kuingat namanya Dede karena rumah kami bersebelahan. Yang lain, hilang dari ingatan, tapi wajah ada beberapa yang kuingat namun dalam bayangan wajah anak-anak.

Ada banyak anak-anak di kampungku, aku ingat rumah-rumah mereka, sedikit wajah mereka, tapi sangat sedikit nama mereka. Aku mencoba mengingat nama tapi tak bisa, yang kuingat kini hanyalah betapa menyenangkannya bermain bersama mereka.









Wednesday, November 7, 2018

Dina rebo 07 november 2018

No comments :
hari ini seperti biasa saya bangun telat, sholat subuh di jam 07 pagi. sungguh memalukan aku harus mengakuinya. tapi itu kenyataannya.

jam tengah tujuh terbangun, langsung mengambil handuk dan mandi pagi. jam 7 kurang seperempat aku sudah siap dengan seragam kerjaku. 

lalu aku menuju kantorku dengan sandal jepit untuk melalukan finger print kehadiran. kantorku hanya berjarak sepuluh langkah dari teras rumahku, sebuah rumah dinas yang berada di belakang kantor pas.

setelah finger print, lalu saya kembali kerumah, menikmati sebatang rokok dengan mendengarkan lagu jawa di pc ku.

saya tidak tinggal sendiri, seorang teman yang sama-sama merantau ke kalimantan barat tingga serumah dengan ku, sekarang dia sedang mandi, karena memang seringnya bangunnya lebih telat, biasanya.

sambil menikmati rokok, lalu datang teman-teman sekantor lainnya untuk sekedar duduk merokok menunggu bell masuk kantor berbunyi. biasanya kami membuat segelas kopi besar yang dinikmati secara ramai-ramai. 

bel berbunyi, kami serempak menuju kekantor untuk melakukan apel pagi pegawai. kepala kantor ku memberikan beberapa pengarahan, hari ini dia memberi pengarahan mengenai dana serapan untuk operasional kegiatan pekerjaan kami. dengan latar belakang kantor pemerintahan yang terkenal dengan penyimpangan keuanagan, maka hal itu sangat penting agar semua bisa sadar jika mereka melakukan hal-hal yang melanggar hukum atau berbuat curang.

setelah apel selesai, dan barisan dibubarkan, aku kembali ke rumah bersama beberapa teman kantor untuk kembali menikmati kopi yang sudah kami buat tersebut.

hari ini sepertinya akan lebih sibuk dari hari kemarin.

jam 8 aku kekantor kembali, melihat kembali rencana kerja yang harus diselesaikan pada hari ini. membuat sprint untuk para senior, dan melihat kembali berkas-berkas kerja yang harus diselesaikan. 

rencana hari ini adalah aku akan mendampingi klien kami untuk menuju BNNP untuk melalkukan asesmen terpadu bagi klien eks pengguna narkotika. 

saya mengejakan sebagian sprint untuk hari ini dahulu sebelum  waktu pendampingan dimulai.

pada jam 8 30 saya dipanggil rekan kerja untuk berangkat, tapi ternyata masih ada satu klien lagi yang belum hadir untuk asesmen. lalu aku memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di kantin depan kantor.

makanan belum siap ternyata rombongan ke BNNP telah siap, akhirnya mereka meninggalkan ku.
tak masalah, aku akhirnya berangkat menggunakan kendaraan bermotor sendiri ke kantor tersebut.

kantor BNNP tidak jauh dari kantor ku, sekitar 5 menit menggunakan motor. 

setibanya disana, klien eks narkotika sudah ada yang sedang dilakukan konseling oleh team psikologi BNNP. tugasku sebetulnya adalah mendampingi saja, mengantarnya dan memberi pelayanan seperlunya jika diperlukan untuk kelancaran kegiatan kerja ini.

aku berbincang ringan dengan klien dan rekan kantorku sampai sekitar satu jam, bosan terasa, maka aku ajak satu rekan ku untuk cari kopi disekitar kantor BNNP tersebut. 

kami menggunakan motor berboncengan mencari warung kopi, eh ternyata dekat dari kantor seterbut ada warung kopi, yang sebenarnya tak perlu motor.

itulah kehidupan pekerjaanku, kalian jangan meniru cara kerjaku yang ogah-ogahan. bukan tidak bersyukur pada pekerjaanku, tapi aku benar-benar belum bisa beradaptasi dengan pekerjaan yang jauh berbeda dari kepribadian yang aku miliki.

its so hard.