Sakit Hati "Apa Hanya Karena "Kenapa

Share:
Sakit Hati apa hanya karena kenapa
SIAPAKAH AKU?


“Apa?...”

Suara lemah menggema, suara pertanyaan dari dalam jiwaku sendiri. “Apa…

Jika sudah lelah jiwa berkata “Apa…” dia baru mulai membawaku kedalam ruang hampa. Ruang hampa dambaanku sejak mata merah ini mulai terpejam.
Namun, tak pernah mudah aku meminta jiwa sesegera mungkin membawaku kedalam ruang itu, dia selalu bermain kata dahulu, “Apa…, terlebih marah aku jika jiwa lalai menyembunyikan teman “Apa…, “Kenapa…,” dia datang tanpa satu pun pihak menyetujui. Tak mengapa “Apa… selalu dibawa jiwa dalam permainan katanya, masih bisa mata hati dan rasa nyata berusaha menjawab maknanya, menguak dibalik “Apa…, tapi ketika jiwa mulai lupa harus menyembunyikan “Kenapa…, maka ketika jiwa sudah ingin membawaku ke dalam ruang hampa yang kurindu, aku, ku yang tak mampu, tak mampu ku menjawab “Kenapa… lagi-lagi aku harus melawannya, mengusirnya, meninggalkanku, “Kenapa…

Tak pernah mudah dia pergi, “Kenapa… dia lebih merisaukan dari pada “Apa…

Lagi-lagi, jiwa memaksaku pergi menuju keruang hampa, tanpa harus aku bisa mengusir “Kenapa… Aku menangis, kenapa aku menangis.

“Apa… dia sudah diam dipojok kekalahan setelah ku patahkan semua pertanyaannya. Diam lara, “Apa… merenung akan kekalahannya kepada “Kenapa…” “Apa… berteriak lirih, mengutuk “Kenapa…” meninggalkan dunia jiwa.

Jiwa tak pernah sadar, tak pernah sadar, tak pernah sadar dia membawa “Apa… dan hanya melukainya. Jiwa terlalu menganggap sahabat “Apa…” dan “kenapa…,” hingga jika “Kenapa…” datang lagi di ambang jiwaku, jiwa hanya bisa berjabat tangan dan menyuguhkan senyum. Padahal, padahal “Apa… memendam dendam kepada “Kenapa…” kenapa “Kenapa…” selalu yang bisa membuatku tersiksa dan sering tidak bisa menjawab “Kenapa…”

“Kenapa…!!!!...”




No comments