cerita itu perlu

Sunday, November 26, 2017

Aku adalah Luka yang Kau biarkan membusuk

No comments :

Tatap mata itu
Semakin pilu berwarna gelap
Tak ada tawa dalam senyumnya
Luka perih yang tersisa
Meronta pada riuhnya angin
Sakitmu tak berlogika
Bertahta pada sebuah cinta
Ditelan rasa tak berkesudahan
Aku disini terus memandangmu
Meski tak pernah kau merasakan
Namun aku cukup merasa kepedihanmu
Seikat bunga yang kau terima
Disetiap sapa sang mentari
Yang kau kecup mesra digenggamu
Itu dariku.
Namun tak pernah kau merasa
Kau tambatkan hatimu pada dia
Dia yang kau anggap sebagai sang bunga
Ah sudahlah
Lelahku cukup sabar menantimu
Kini telah sampai pada titik jenuhku
Kau pergi bersama penghancur rasa
Yang mungkin tak pernah terasa
Dan aku masih memandangmu
Berbalut luka yang kau tinggalkan

No comments :

Post a Comment